Monday, 9 July 2012

Awal Mula Berdiri Rumah Kita Community

I'm back
setelah sekian lama gak ngepost dari tulisan gue sendiri. Posting terakhir yang ditulis sendiri tanpa copas berjudul "Parit kecil penuh duri". Sudah lama sekali. hmm
Bungung mau posting apa, gue cerita tentang berdirinya "Rumah Kita Community" aja ya. Lets story begin..

Pada saat awal masuk kelas XI, gue sama temen gue itu lagi pada sering-seringnya ngumpul. Kebetulan sebagian besar user BB, gue inisiatif untuk buat grup bernama "Budak Kito" yang awalnya terdiri dari Gue, Komeng, Ober, Ryan, Efri, Rangga, Romi. Tetapi diantara rombongan kami ada juga yang tidak memakai BB, seperti Arif dan Adit. Hal ini gue lakuin buat mempermudah komunikasi diantara kami agar mudah untuk ngumpul dan membahas sebuah masalah. Setelah sekian lama, bergabunglah teman saya yang lain bernama Romi. Di grup ini kami sering mengobrol dan berbagi gambar lucu maupun "hot".

Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, sekolah mengadakan razia handphone yang memaksa kami untuk menghapus grup karena berisi banyak konten yang tidak pantas dilihat bocah. 
Setelah sekian lama, akhirnya Ryan berinisiatif untuk membuat Grup baru yang bernama "Rumah Kita", saya sendiri tidak tahu apa motivasi Ryan saat itu menamai grup seperti itu. Kali ini anggota bertambah, teman saya bernama Ryco, Fadol dan Fajar ikut kedalam rombongan kami.

Nah disinilah semuanya dimulai, ketika kami habis bermain Futsal, Rangga ngomong ke gue 
"Ron, ikut club mobil yuk. Kita masuk buat ambil stikernya aja" 
"Terserah sih, tapi mau masuk klub mana ?"
"FreeWay ?"
"Boleh juga tuhm tapi kenapa kita ga buat klub kita aja, namain "Rumah Kita Community"
"Ide bagus, gimana yang lain setuju ?"
Teman-teman yang lain yang ngedenger percakapan gue sama Rangga langsung setuju. Sejak saat itu Rumah Kita Community resmi didirikan.

Keesokan harinya gue berinisiatif untuk buat desain stiker, banyak usulan desain, tetapi hanya satu yang disetujui, gambarnya ada di atas. Karena RKC merupakan klub mobil, saya berinisiatif untuk mengajak teman lain bergabung, akhirnya Mutek, Nurul, Nyayu, Chyntia, Riry dan Intan masuk ke RKC.




Monday, 4 June 2012

Kisah Lengkap Persib vs AC Milan (Italia)

Saya mengucapkan terima kasih kepada para bobotoh (masyarakat pencinta Persib) yang selama ini masih tetap setia untuk mengunjungi blog BukuPersib meskipun akhir-akhir ini (1 oktober s.d. 28 november 2009) tidak aktif. Namun, dalam masa-masa tidak aktif ini, ternyata masih ada saja kata kunci yang selalu hidup tiap hari. Jumlahnya pun sangat dominan.
Sampai saat ini (Sabtu, 28 November 2009), kata kunci “Persib vs AC Milan” masih menjadi favorit bagi bobotoh. Karena itu, BukuPersib mencoba untuk menelusuri berita (artikel) tentang cerita lengkap pertandingan persahabatan internasional tersebut. Apalagi, saya selaku pengelola blog ini menjadi saksi mata di Senayan yang kebagian tiket murah meriah Rp 5 ribu perak :) Inilah artikel (diterbitkan Galamedia, 27 Maret 2009) karya Sdr. Endan Suhendra (wartawan Galamedia). Endan Suhendra adalah penulis buku “Persib Aing” bersama Dani Wihara (wartawan Media GO). Selamat menikmati!
*****
PESTA kemenangan dan euforia keberhasilan menjadi juara Kompetisi Perserikatan 1993/1994 belum usai. Acara bagi-bagi bonus pun masih terus berlangsung. Nah, di tengah banjir bonus itu, Persib mendapatkan bonus tambahan dari PSSI, yaitu diberikan kesempatan untuk menjajal klub raksasa Italia, AC Milan, yang akan berkunjung ke Indonesia. Pertandingan juara kompetisi amatir Indonesia 1993/1994 dengan juara Seri A Liga Italia musim yang sama itu dijadwalkan pada 4 Juni 1994 di Stadion Utama Senayan, Jakarta.
Bagi Persib, kesempatan menjajal klub besar Eropa itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada 11 Juni 1987, Persib juga berkesempatan menjajal PSV Eindhoven yang saat itu diperkuat Ruud Gullit, Eric Gerets, dan Ronald Koeman. Saat itu, dengan formasi Wawan Hermawan/Erick Ibrahim (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Ujang Mulyana, Adeng Hudaya, Bambang Sukowiyono, Uut Kuswendi, Iwan Sunarya/Dadang Kurnia, Adjat Sudradjat, Yudi Guntara, dan Dede Rosadi/Sarjono, Persib dihajar PSV 0-6.
Seperti yang sudah diagendakan, akhir Mei, rombongan Milan tiba di Jakarta. Selama lima hari di Jakarta, para pemain dan ofisial Milan menginap di Hotel Horison, Ancol.
Di antara daftar pemain Milan yang diboyong pelatih Fabio Capello tidak terdapat nama Franco Baressi dan Paolo Maldini yang tengah berkonsentrasi membela timnas Italia di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Dua bintang Belanda, Ruud Gullit dan Marco Van Basten juga tidak turut ke Indonesia. Gullit sedang dipinjamkan ke Sampdoria, sedangkan Basten dibekap cedera. Sedangkan Jean Piere Papin memang ada dalam rombongan, tapi ia tidak bisa dimainkan karena kontraknya sudah habis per 31 Mei 1994 dan sudah memilih hijrah ke Bayern Munich.
Tanpa Baressi, Maldini, Basten, Gullit, dan Papin, tidak lantas kekuatan Milan dan Persib menjadi berimbang. Sebab, dalam rombongan yang datang ke Jakarta masih ada pemain-pemain ternama lainnya macam Marcel Dessailly, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Gianluigi Lentini, Filippo Galli, Mauro Tassoti, Christian Panucci, Stefano Eranio, Fernando Di Napoli, Enzo Francescoli, Brian Laudrup, dan penjaga gawang Sebastiano Rossi. Di antara mereka, ada sederet nama pemain muda yang tengah dimatangkan Capello macam Paolo Baldieri, Christian Antigori, dan Stefano Desideri.
Empat gol sebabak
Pada Sabtu, 4 Juni 1994, pertandingan Persib kontra Milan tiba. Sebelas pemain Milan masuk ke lapangan dengan penuh kepercayaan diri tinggi. Di sisi lain, para pemain Persib harus sudah berjuang melawan rasa “kekurangpedeannya”, terutama melihat postur besar Lentini dan kawan-kawan. “Bayangkan, saya saja hanya sepundak mereka,” kata Yusuf Bachtiar.
Beberapa pemain Persib yang diturunkan pelatih Indra M. Thohir dalam pertandingan itu adalah Aries Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.
Saat pertandingan dimulai, para pemain Milan tampil santai. Tapi, karena perbedaan kualitas pemain yang jomplang, Persib praktis hanya mampu bermain selama 15 menit pertama. Seperti diakui Yusuf Bachtiar, selanjutnya Persib keteteran. “Selebihnya, kita digubag-gabig,” kata Yusuf sambil tersenyum.
Yusuf benar, Milan hanya memberikan angin di 15 menit pertama. Setelah itu, Dejan Savicevic unjuk gigi dengan mencetak dua gol cepat pada menit 17 dan 18. Delapan menit berselang, giliran Lentini yang menjebol gawang Aries Rinaldi untuk ketiga kalinya. Satu menit kemudian, Baldieri mengakhiri “penderitaan” Persib di babak pertama.
Sudah unggul empat gol di babak pertama, tidak membuat para pemain Milan puas. Apalagi, yang tampil di babak kedua kebanyakan pemain muda yang masih dalam tahap pemantauan Capello. Baldieri memastikan mencetak hattrick berkat dua gol tambahannya pada menit 48 dan 58. Dua gol tambahan Milan yang menggenapkan kemenangannya menjadi 8-0 dilengkapi Christian Antigori menit ke-68 dan Stefano Desideri menit ke-78.

Tuesday, 7 February 2012

Mereka Tidak Ingin Indonesia Maju…….



1328518392124055300
ilustrasi/admin(shutterstock.com)
Ketika Menteri Perdagangan kita Gita Wirjawan mengutarakan perlunya PNS memiliki TOEFL 600 dan diwajibkan bagi Kementrian Perdagangan, hal ini ditertawakan banyak pihak dan banyak yang mengatakan bahwa Pa Menteri akan kehilangan seluruh karyawannya bila hal ini diterapkan.

Sebenarnya ini adalah sindiran halus pa Menteri untuk seluruh pejabat di Indonesia, bayangkan kalau Staf-nya tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai, apalagi pimpinannya.  Kelihatannya sepele, namun korban terbesar atas rendahnya kemampuan berbahasa para pejabat dan PNS-se Indonesia ini adalah seluruh masyarakat Indonesia dan terhambatnya pembangunan …..

Tujuan

Kembali ke Judul Mereka Tidak Ingin Indonesia Maju, Tujuan mereka ingin Indonesia tidak maju adalah :

1. Indonesia pemegang sumber daya Mineral, Migas dan  Tambang terbesar di Indonesia.  Kalau Sumberdaya ini dikelola dengan baik maka bangsa asingpun akan menangis berhadapan dengan Indonesia.

2. Pemilik lahan paling subur di dunia, tanaman apapun tumbuh di Indonesia, Karet, Sawit dan sekarang malah ada KingGrass, semacam rumput-rumputan yang kalau di proses dimampatkan bisa menghasilkan gas metan.

3. Indonesia Pemilik Cadangan Emas terbesar di Dunia, kalau dulu Adam Smith bapak Ekonomi Dunia, mengatakan adanya “invisible hand” tangan tak terlihat yang mengatur perekonomian, maka Invisible Hand itu justru sebenarnya ada di Indonesia.  Kalau Indonesia hancur maka pengatur keseimbangan ekonomi dunia akan goyang dan terjadi perang dunia III, tapi kalau Indonesia tidak dikendalikan maka Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia baru.
4.Indonesia harus terpecah belah, karena SDM Indonesia sangat diatas rata-rata penduduk  dunia, karena orang-orang Indonesia adalah keturunan Nabi Ibrahim.  Jadi kalau dulu Nabi Ibrahim pernah dijanjikan keturunannya bagai bintang dilangit dan dijanjikan surga di dunia, itu karena keturunan Nabi Ibrahim secara bertahap bermigrasi ke Indonesia dan menjadi penduduk Indonesia.  Saat ini SDM Indonesia tidak bersatu dan bahkan saling bersaing.

5.  Indonesia adalah objek pariwisata terindah di dunia sekaligus persimpangan perdagangan tersibuk di Dunia

How

Bagaimana Caranya untuk membuat Indonesia tidak Maju :

1. Indonesia harus menjadi penonton Sumber daya alam mineral dan Migas Indonesia, dengan membodohi Indonesia dengan kontrak karya yang sangat merugikan Indonesia, misal kontrak freeport, dimana Indonesia hanya menerima 3 % dari hasil tambang freeport, hanya karena pejabat Indonesia yang ttd kontrak freeport kurang mengerti isi kontrak yang dalam bahasa Inggris.

2. Lahan-lahan hutan Indonesia di konversi menjadi sawit dan karet serta tanaman produksi lainnya dan perusahaannya dimiliki bangsa asing dengan kerjasama aparat mengusir petani dari lahannya sendiri.  Apakah ini tindakan paling aneh bin ajaib.  Seluruh statistik selalu mengatakan bahwa 60% penduduk Indonesia adalah petani.  Mengapa lahan kita bisa dikuasai bangsa asing ? mengapa bangsa asing bisa mengusir orang Indonesia dari lahannya sendiri seperti kasus Mesuji ?  Padahal kalau memelihara kebun itu sudah keahlian bangsa Indonesia dari dulu kala, kenapa kita harus merelakan tanah kita jadi milik bangsa asing ?

3. Emas, Indonesia di pecah belah sehingga pemilik kuasa Emas ini bersembunyi dan tidak bisa menggunakan emas ini bagi kepentingan bangsa Indonesia sendiri.  Pemegang kuasanya selalu diusahakan untuk dikuasai penguasa.  Padahal emas ini ikut membangun Eropa dan Jepang ketika Presiden Sukarno meminjamkannya untuk Jerman dan Jepang untuk memperbaiki negara mereka.  Sementara di Indonesia sendiri kita malah tidak mampu memanfaatkan emas yang ada didepan mata kita sendiri, seperti lahan yang subur, sumber daya alam yang tidak habis-habis, objek pariwisata yang tidak terhitung.

4. SDM pintar Indonesia saat ini tersebar di seluruh dunia.  Sehingga para SDM ini malah lebih nasionalis ketimbang kita yang tinggal di Indonesia.  Para SDM ini siap masuk ke Indonesia saat para penguasa, pengusaha bersatu untuk memajukan Indonesia.  SDM pintar ini tidak bisa masuk di Indonesia karena pengusaha Indonesia sudah dicekoki bangsa asing, ingat kasus pelajar Indonesia yang dibunuh di Singapura, karena dia berhasil menemukan teknologi Hologram 3D dan mengaplikasikan teknologi penghantar listrik melalui udara (pertamaka kali ide ini dikemukakan nicola tesla)  bayangkan kalau ini jadi diaplikasikan, berapa perusahaan kabel yang akan mati.

5. Indonesia selalu diberitakan negara yang tidak aman di dunia, dan masuk sebagai negara yang berbahaya untuk dikunjungi, hal ini karena bangsa asing tidak ingin Indonesia menjadi pusat tourisme dunia.  Kalau Indonesia menjadi Icon Tourisme Dunia otomatis, investasi asing akan masuk ke Indonesia bagaikan air yang mengalir.

Why ?

Mengapa bangsa asing mudah  menjajah Indonesia dengan kaki tangan mereka di Singapura ataupun para pejabat dan pengusaha Indonesia ?  Ternyata mereka melakukannya dengan cara yang mudah yaitu dengan menggunakan rendahnya kemampuan berbahasa Inggris bangsa Indonesia.  Inilah list kontrak dengan bangsa asing yang sangat merugikan Indonesia :

1.  Kontrak MRT, dimana Indonesia telah memberikan kontrak MRT DKI JAYAkepada salah satu perusahaan asing secara ekslusif untuk membangun MRT, mencari investor tanpa jangka waktu yang jelas, akibatnya pembangunannya terkatung-katung.  dan Investor lain yang ingin masuk harus membayar ratusan Juta Dollar untuk membatalkan kontrak ini.  padahal pemda DKI bisa membangun ini sendiri tanpa bantuan bangsa asing.

Tujuan, Indonesia tidak boleh punya MRT

2. Kontrak Paiton, dimana PLN harus membeli listrik dengan harga tertentu secara eksklusif ke bangsa asing, tanpa memperhatikan jebakan betmen dalam membuat perjanjian mengakibatkan Indonesia harus membayar USD 300 juta untuk membatalkan kontrak.

Tujuan : Indonesia harus membayar listrik dengan harga lebih mahal selisihnya untuk bangsa asing

3. Kontrak perusahaan komunikasi Indonesia, yang memberikan hak ekslusif ke perusahaan asing untuk pengadaan kabel laut dan fiber optik tanpa batas waktu pembatalan kontrak.  Namun perusahaan asing ini tidak mengerjakaan apa-apa.  dan ketika perusahaan komunikasi indonesia itu sadar mereka mampu membangun fiber optik dan kabel laut tanpa kerjasama dengan bangsa asing dan kemudian membangunnya sendiri, perusahaan komunikasi Indonesia tetap harus membayar fee ke perusahaan asing ini karena secara ekslusif jalur fiber optik dan kabel lautnya sudah jadi milik bangsa asing.

4. Kontrak Freeport, emas dan tembaga di depan mata, tanahnya sama sekali tidak diolah di Indonesia, Freeport hanya mengeduk tanah dimasukkan kedalam kontainer kemudian di kapalkan ke Amerika serikat…..ini kontrak paling bodoh di Indonesia. Kerugian Indonesia :

a. Tidak ada Pabrikasi pengolahan tembaga dan emas di Papua.

b. Karena tidak ada pabrikasi tidak ada multiplier effek yang bagi masyarakat papua

c.Karena tidak ada multiplier effek otomatis masyarakat papua menjadi tetap miskin

Keuntungan Amerika Serikat :

a. Adanya Pabrikasi pengolahan Tembaga dan Emas di Amerika

b. Adanya multiplier Effek bagi Bangsa Amerika otomatis bangsa amerika tambah kaya

c. hasil emas dan tembaga dipergunakan bagi bangsa Amerika sendiri untuk menyuap bangsa Indonesia diberbagai sektor agar Indonesia tetap bodoh dan saling bunuh satu sama lain.

d.Akibatnya poin c diatas Amerika Tambah Kaya, Indonesia tambah Miskin

e. Emas dan Tembaga di Freeport sebentar lagi habis, eh dibawahnya masih ada uranium (lebih malah daripada emas), yang akan dikapalkan ke Amerika.  Uraniumnya diolah untuk Pembangkit listrik tenaga nuklir,  listrik murah bangsa Amerika, Amerika tambah terang benderang , dan Papua tambah gelap. Ekonomi Amerika tambah maju karena adanya listrik murah, Papua cukup lah listrik tenaga air atapun listrik tenaga matahari.

Apakah hal ini karena bangsa Indonesia bodoh berbahasa Inggris ?  ya 90% kemungkinan benar, tapi 10 %-nya karena pura-pura bodoh dan memiliki saham dengan menjajah negeri sendiri dan menjadi pengkhianat ….. kemungkinan juga iya.

Jangankan kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan Pengadaan Barang dan Jasa di Indonesia juga sangat rendah.  Di daerah, sumatera , kalimantan, sulawesi dan Papua, boro-boro bahasa Inggris, jumlah panitia pengadaan barang dan jasa, Pejabat pembuat Komitment jumlahnya sangat rendah.  di Jambi bahkan setiap tender, panitia yang bersertifikat hanya 1 orang.  Tahun 2012 adalah kiamat pengadaan barang dan jasa di Indonesia, karena jumlah SDM yang memadai sedikit dan para pejabat malas berusaha memiliki sertifikat.  Dan mereka.

Indonesia, sedang diambang krisis, kita tidak bersatu, kita salah hantam satu sama lain, kita saling jajah, saling benci dan saling hina. Bahkan untuk mengundurkan diri setelah terindikasi Korupsi pun tidak mau seperti para politisi yang terlibat kasus Nazarudin

Yang paling lucu, ada multi miliader Indonesia, yang memiliki berbagai klub sepak bola asing di dunia dan di Indonesia, malah sibuk membina striker sepakbola bangsa Malaysia ketimbang membina striker sepakbola asli produk Indonesia.  Dan lucunya media Indonesia, sibuk memberitakannya.

Marilah Kita bersiap terjajah 1 generasi kedepan, siapkanlah dirimu akan krisis minyak didepan mata.  Tahun 2014 tahun gonjang-ganjing karena harga minyak sudah tidak dikendalikan pemerintah yang lagi-lagi karena ikut perjanjian bangsa asing di AFTA, yang jelas-jelas merugikan Indonesia.

Marilah siapkan diri bertahan 1 generasi kedepan semoga anak cucu kita bisa lepas dari dosa-dosa kita saat ini dan bersatu menghadapi bangsa asing.
salam bagi bangsa Indonesia



sumber

Friday, 30 September 2011

Parit Kecil Penuh Duri


Kamar – 26 September 2011
          Masing-masing individu pasti mempunyai prinsip-prinsip yg dianut dalam menjalani sebuah kehidupan. Sebuah prinsip, yg tentunya terbentuk melalui kenyamanan dari setiap pribadi yg menjalankannya. Terkadang hal tersebut nampak tidak lumrah bagi khalayak ramai. Akan tetapi sudah barang tentu, jika orang-orang tersebut memiliki argumentasi yg menurut mereka benar, sehingga memilih untuk menerapkannya dalam setiap sisi dalam kehidupan mereka masing-masing... 

            Begitu juga dengan diri saya. Dimata banyak orang, mungkin saya adalah sebuah pribadi yg terkesan aneh, menjengkelkan, memuakkan dan menentang arus. Sebagian orang bahkan menilai saya dengan sebuah kata yg sedikit keras atau bahkan kasar, yaitu "AROGAN DAN BANYAK TINGKAH ". Dan apakah saya peduli dengan itu semua..?? ehmmm sejujurnya, sama sekali "TIDAK"..

            "Setiap orang berhak untuk menilai diri saya, apapun itu. Akan tetapi maaf, mereka tidak berhak untuk mengatur jalan hidup saya". Dan ketika ada orang-orang yg mencoba untuk mengatur diri saya, dengan mempengaruhi saya agar melakukan hal-hal sesuai keinginan mereka, maka saya akan mengangkat jari tengah saya tinggi-tinggi ke udara dan berteriak "F**K YOU".

            Dalam salah satu tweet saya di akun twitter @_roni20 , saya pernah berujar :
"Abdul Roni Rizky adalah Abdul Roni Rizky. Sebuah pribadi, yang mungkin hanya akan di mengerti oleh Abdul Roni Rizky dan dirinya sendiri"

                Tidak dapat dipungkiri lagi, ketika kenaikan level dari kelas 10 ke kelas 11, memberikan efek yang luar biasa bagi diri saya. Ini artinya saya sudah tidak menjadi junior lagi dan terbebas dari belenggu dan ketakutan ketika berhadapan dengan kelas 12 yg sudah lulus. Memang pada saat itu kesalahan saya lah yang telah menghina mereka, saya sungguh menyesal. “Untuk kakak-kakak senior saya di SMA 6 Palembang , maafkan saya jika telah membuat hati atau perasaan anda tersinggung. Perbuatan saya memang telah melampaui batas, saya memang pengecut. Maafkanlah kesalahan saya yang telah saya perbuat”.

            Ajang kenaikan kelas ini mungkin akan menjadi hal yang bagus dan menarik, mudah-mudahan saya bisa membersihkan nama yang sudah terlanjur sangat kotor, dan memang seharusnya yang demikian itu harus dilakukan. Akan tetapi bagi saya pribadi, hal-hal tersebut tidak lebih dari sebuah"Parit kecil penuh duri", yg mau tidak mau harus saya lompati dengan penuh kehati-hatian..

            Mengapa saya katakan hal diatas sebagai "Parit kecil penuh duri". Karena, jika saya tidak berhati-hati dalam menghadapinya, maka hal tersebut dapat membuat saya jatuh dan terjerembab. Dan ketika hal tersebut terjadi, maka akan sangat sulit bagi saya untuk kembali berdiri tegap, tanpa ada luka-luka di sekujur tubuh saya...

            Sebagai seorang pribadi dan juga seorang pelajar yang sibuk membantu keluarga, maka saya di tuntut untuk mampu membagi waktu sebaik-baiknya untuk kedua hal yg sama-sama sangat penting dalam kehidupan saya, yaitu sekolah dan keluarga. Dan percayalah, jika sejujurnya hal tersebut membutuhkan energy yg tidak sedikit. Dapat dibayangkan, jika saya harus membagi lagi dengan kegiatan-kegiatan di luar dua hal yg tersebut di atas. Maka saya takut, jika kegiatan-kegiatan tersebut akan menggangu waktu dan konsentrasi saya kepada sekolah dan juga keluarga serta kisah percintaan saya..

            Sejujurnya saya memang tidak anti terhadap kegiatan-kegiatan di luar tersebut. Akan tetapi sebagai pribadi, saya hanya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memilah-milah mana yg sekiranya sesuai dan mana yg tidak. Serta mana yg sekiranya pantas saya lakukan dan mana yg kurang pantas untuk saya lakukan..  “SAYA INGIN SUKSES”
            Ketika kita berbicara mengenai sebuah kesuksesan, maka mau tidak mau kita juga harus membawa serta sebuah popularitas dan profesionalisme. Karena ketika seseorang mencapai sebuah kesuksesan, maka dengan sendirinya popularitas akan berjalan tepat di belakang orang tersebut dan harus dijalankan dengan professional. Walaupun sejujurnya, tidak dapat dipungkiri jika sebuah popularitas dan profesionalisme memang penting dalam sebuah kehidupan. Akan tetapi pada kenyataannya, popularitas dan profesionalisme tidak selamanya berefek baik bagi diri kita dan orang-orang di sekitar kita...

            "Tidak ada hal yg lebih sulit dari menjaga keseimbangan antara popularitas, profesionalisme dan kenyamanan hidup" 

            Secara tersirat, popularitas akan membuat hidup kita menjadi jauh lebih mudah. Popularitas akan membuat kita dapat membuka link-link baru dalam setiap sendi kehidupan sosial kita. Beberapa teman baru dari berbagai macam kalangan, beberapa kesempatan baru dari berbagai macam bidang, serta beberapa tantangan baru dari hal-hal yg mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut, dengan sendirinya juga akan diikuti oleh beberapa ancaman baru dari berbagai penjuru, yg juga tidak pernah terlintas dalam benak kita...

            Mengembangkan potensi diri dalam beberapa hal yg baru, tentu bukan menjadi sebuah hal yg tabu atau haram, malah menurut saya hal tersebut sangat pentas untuk dicoba. Akan tetapi sebagai manusia tentu kita memiliki sebuah hati, yg berfungsi sebagai alat kontrol diri dalam mengukur hal-hal yg berkenaan dengan nilai-nilai sebuah kepantasan. Sehingga kita mampu untuk memilah-milah, hal apa saja yg sekiranya sesuai dengan kemampuan serta karakter yg ada pada diri kita sebagai manusia...

            Dengan mencoba hal-hal yg baru tersebut, maka dengan sendirinya kita akan di hadapkan pada sebuah prinsip yg sangat penting serta mendasar. Yaitu profesionalisme dalam menjalani sebuah kegiatan dan pekerjaan, yg telah membawa kita hingga mampu berdiri di titik dimana kita berdiri saat ini. Karena menurut pandangan saya pribadi, banyak orang yg lupa terhadap pekerjaan utama mereka, ketika orang-orang tersebut terbuai dengan kenikmatan dalam menjalani sebuah kegiatan dan pekerjaan baru, efek dari sebuah popularitas. Padahal sejatinya, hal-hal tersebut dapat mereka raih karena keberhasilan mereka dalam menjalani kegiatan dan pekerjaan awal mereka tadi. Dan sudah barang tentu, hal tersebut patut untuk disayangkan..

                Tanpa kita sadari, profesionalisme kita dalam menjalankan karir dan kegiatan yg di iringi oleh sebuah popularitas, mau tidak mau dengan sendirinya akan mengurangi kenyamanan kita dalam menjalani sebuah kehidupan. Hal tersebut adalah sebuah mata rantai, yg menurut saya tidak akan pernah dapat di pisahkan. Sebuah konsekuensi yg harus di tempuh sebagai sebuah pribadi, yg tidak hanya menjadi milik diri sendiri dan keluarga, akan tetapi juga menjadi milik dari masyarakat banyak dengan segala suka maupun dukanya..
            Kesuksesan, popularitas dan disukai banyak orang tidak selamanya berefek baik bagi kehidupan kita. Akan tetapi sekali lagi, kita mempunyai sebuah hati yg dapat digunakan untuk mengontrol itu semua. Sehingga mampu seiring dan sejalan serta selaras dengan hakekat kita dalam menjalani sebuah kehidupan..

            Kita harus sadar, bahwa kebahagiaan yg sesungguhnya adalah kebahagiaan yg berada di sekitar diri kita, yaitu keluarga. Orang-orang yg kita cintai dan mencintai kita dengan setulus hati. Karena seiring berjalannya waktu, karir kita pada masanya nanti pasti akan surut. Lambat laun kita juga harus menerima kenyataan, jika sebuah popularitas pada saatnya nanti juga akan memudar. Akan tetapi, teori-teori tersebut tidak akan pernah berlaku pada kasih sayang orang-orang di sekitar kita (Keluarga). Karena mereka, akan menerima diri kita secara utuh dalam apapun keadaannya...

            Muhammad Azhar, Anita dan Muhammad Adillah Roihan akan selalu dapat menerima saya seutuhnya, dalam apapun keadaan saya. Begitu juga sebaliknya, saya akan mencintai mereka seutuhnya dalam apapun keadaan saya. Dan belum tentu orang baru yang hadir dalam kehidupan saya (pacar) dapat menerima saya seutuhnya. Oleh karena itu, saya akan selalu memposisikan keluarga diatas kegiatan dan pekerjaan saya.

            "Kita tidak akan pernah mampu membahagiakan semua orang. Akan tetapi setidaknya, kita dapat memilih orang-orang mana yg pantas untuk diberi kebahagiaan"
Selesai...


Quote dan tulisan Bambang Pamungkas ada yang saya masukkan di dalam postingan ini