Tuesday, 2 June 2015

Das Sound Machine – Car Show Lyrics

Car Show LYRICS
Das Sound Machine





Pitch Perfect 2 OST 2015
Das Sound Machine - Car Show
Muse - Uprising
DVBBS & Borgeous - Tsunami
Acapella Cover

DSM Performance at the Volkswagen Car Show


[Intro]
They will not control us
We will be victorious

[Verse 1]
Paranoia is in bloom
The PR transmissions will resume
They try to push drugs that keep us all dumbed down
And hope that we will never see the truths around

Come On!

[Verse 2]
Another promise, another seed
Another packaged lie to keep us trapped in greed
And all the green belts wrapped around our minds
And endless red tape to keep the truth confined

Come On!


[Chorus]
They will not force us
They will stop degrading us
They will not control us
We will be victorious

[Outro]
Come On!


Dalang Rahasia G30S/PKI

Salah satu provokator pada masa pilpres adalah Allan Nairn, seorang jurnalis berkewarganegaraan Indonesia yang menurut pengakuannya sendiri telah melanggar etika seorang jurnalis karena membuka wawancara off-the-record dengan Prabowo Soebianto. Saya bingung, masa belum kapok diadu domba dan dijajah bule selama 350 tahun? Masa mental inlander kita tidak hilang sehingga menganggap apapun yang dikatakan Allan Nairn terutama mengenai isi wawancara pasti benar karena dia bule? Aya-aya wae..

Allan Nairn adalah jurnalis yang antara lain meliput perang “restorasi kemerdekaan Timor Leste/Timles,” tapi tahukah anda diserahkan kemana informasi yang dikumpulkan oleh Allan Nairn di Timles? Jawabannya adalah kepada Tapol UK yang berbasis di Inggris dan tidak peduli informasinya valid atau masih mentah, informasi tersebut akan diolah Tapol UK sebagai bahan propaganda penyebar kebencian terhadap Indonesia di dunia internasional melalui apa yang dinamakan Tapol’s Bulletin yang isinya selama puluhan tahun sangat tipikal: Indonesia penjajah Papua, Indonesia penjajah Timles, Indonesia penjajah Aceh, Indonesia pelanggar HAM, Indonesia pembunuh dll. Allan Nairn juga terlibat dalam berbagai kegiatan seperti konferensi yang bertujuan mendiskriditkan Indonesia itu.

Kebijakan Tapol UK mendiskriditkan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak berhenti sampai penerbitan buletin Tapol UK saja, tapi mereka juga menggalang dukungan politik di dunia internasional kepada gerakan apapun di semua propinsi di Indonesia yang mau memisahkan diri dan kedua hal tersebut masih tetap dilakukan sampai sekarang, contoh pendirian ETAN di Amerika untuk mendukung kemerdekaan Timles yang sekarang masih terus mendiskriditkan Indonesia adalah pekerjaan Tapol UK; kemudian Ingat pendirian markas OPM di Oxford beberapa tahun silam? Itu kerjaan Tapol UK; Ingat film the Act of Killing atau Senyap dari Joshua Oppenheimer? Tapol UK adalah sponsor utamanya; ingat kehadiran pemimpin OPM boneka bernama Benny Wenda di Australia yang didampingi pengacara Australia bernama Jennifer Robinson? Kerjaan Tapol UK dan ketika kuliah di Inggris, Jennifer Robinson menjadi anak didik langsung dari pendiri Tapol UK bernama Carmel Budiardjo, dan masih banyak lagi.

Contoh kerasisan Carmel Budiardjo dalam memfitnah Indonesia dalam tulisannya tahun 1983, yang singkatnya mengatakan bahwa Papua sudah jadi sasaran Indonesia sejak orang Indonesia menginjakan kakinya di Papua pada zaman kuno, di mana orang Indonesia memperbudak rakyat Papua dan mengincar burung-burung langka tapi kemudian sejak tahun 1962 rakyat Indonesia mengincar sumber daya alam di Papua sehingga “pribumi setempat” harus dipaksa pindah apapun caranya, termasuk kekerasan:

“Ever since the Indonesians set foot on Papuan soil, human rights abuses have been the rule of the day. In the antiquity or the dream time, the Indonesian quest had been Papuan slaves and the birds of paradise. Since 1962 however the quest has been for the rich mineral deposits, the vast virgin forest with its timber and the ‘empty’ land. The West Papuans have had to be removed from their land by hook or by crook.”

http://www.papuaerfgoed.org/files/budiardjo_1983_obliteration.pdf

Tentu saja kalimat Carmel Budiardjo di atas adalah fitnah yang sangat keji sebab nama Indonesia baru muncul pasca kebangkitan nasional tahun 1920an dan mungkin hanya orang dari kerajaan yang berlokasi di Maluku atau Sulawesi dan sesekali Majapahit dari Jawa yang pernah singgah di Papua, itupun tidak pernah ada bukti perbudakan orang Papua sebab Indonesia tidak seperti peradaban bule yang sangat maju dan menjajah dunia dari ujung utara sampai ujung selatan selama ratusan tahun, dan sampai sekarang tidak bisa meninggalkan sikap “bule knows best.” Kemudian alasan Soekarno mengejar Papua adalah karena hukum internasional menyatakan semua daerah yang dikuasai penjajah otomatis menjadi milik negara baru ketika merdeka, dan Indonesia tidak tahu Papua kaya akan sumber daya alam karena yang menemukan dan kemudian merahasiakan temuan tembaga di Eitsberg adalah Freeport. Ketertarikan Indonesia di Papua hanya politik dan tidak ada yang bersifat imperialisme.

Salah satu bukti kerja sama Allan Nairn dengan Carmel Budiardjo:

“The Indonesia Human Rights Network is grassroots-based and U.S. policy-focused, utilizing educational outreach, press work, protest and lobbying. Its advisory board includes such internationally recognized human rights activists as Carmel Budiardjo, Dr. George Aditjondro, Kerry Kennedy Cuomo and journalist Allan Nairn. A national kick-off conference on human rights in Indonesia will be held February 23 - 25, 2001 at George Washington University in Washington, D.C.”

http://etan.org/estafeta/01/winter/4human.htm

Siapa Carmel Budiardjo dan mengapa dia begitu membenci serta anti Indonesia?

Hari ini Carmel Budiardjo adalah seorang nenek Warga Negara Inggris berusia 90 tahun yang anti Indonesia, akan tetapi 60 tahun lalu dia adalah Carmel Brickman, Warga Negara Inggris penganut komunisme yang tinggal di Cekoslovakia yang saat itu bagian dari Uni Soviet, dan bekerja sebagai sekretaris di lembaga kemahasiswaan pada Universitas Cekoslovakia yang menjadi topeng dinas intelijen Cekoslovakia. Saat dia di Cekoslovakia Carmel Brickman bertemu dan menikah dengan Suswondo Budiardjo, anggota Komite Sentral Partai Komunis Indonesia sehingga sejak saat itulah dia mengganti nama menjadi Carmel Budiardjo.

Pada tahun 50an para petinggi PKI yang mengasingkan diri karena peristiwa Madiun 1948 pulang ke Indonesia, Carmel Budiardjo ikut suaminya dan tinggal di Indonesia dan aktif sebagai anggota PKI. Tahun 1965 ketika PKI berada dalam posisi terkuatnya dan sedang berjalan menuju eksekusi rencana pemberontakan yang dikenal sebagai G30S/PKI, bersama Njoto, ketua Divisi Propaganda dan Agitasi PKI, Carmel Budiardjo adalah penulis naskah pidato Soekarno. Salah satu contoh karya Carmel Budiardjo adalah semua pidato Soekarno terkait perebutan Papua Barat, jadi bisa dibilang Carmel Budiardjo salah satu yang berjasa dalam usaha Indonesia merebut Papua Barat, tapi ironisnya di masa depan dia malah mendiskriditkan Indonesia sebagai penjajah rakyat Papua Barat.

Pasangan suami-istri Budiardjo sangat terlibat dalam persiapan/prolog G30S/PKI terbukti salah satu korban G30S/PKI yaitu DI Panjaitan pernah menangkap Suswondo Budiardjo saat proses menyelundupkan senjata Chung dari Republik Rakyat China di dalam bahan bangunan untuk pendirian gedung CONEFO (sebagian senjata Chung yang terlanjur masuk adalah senjata yang digunakan pasukan G30S/PKI), sedangkan Carmel Budiardjo adalah pemalsu surat Duta Besar Andrew Gilchrist yang menyebut ada “bagian dari angkatan darat Indonesia” (our local army friend) yang bekerja sama dengan Amerika dan Inggris untuk menjatuhkan Soekarno kelak dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist,” yang pertama kali disebar oleh Soebandrio kepada wartawan Al Ahram, Mesir pada tanggal 5 Juli 1965.

Menurut Ladislav Bittman, mantan intelijen Cekoslovakia dalam bukunya The Deception Game terbitan 1973, pembuatan Dokumen Gilchrist adalah salah satu operasi yang dilaksanakan Departemen D Dinas Intelijen Cekoslovakia yang tugasnya membuat operasi kabar bohong yaitu mengecoh musuh dengan memberikan informasi palsu kepadanya dengan asumsi dia akan menggunakan sebagai dasar membuat kesimpulan sesuai harapan pencetus kabar bohong, antara lain melalui mengirim surat palsu, surat kaleng dengan fotokopi dokumen palsu kepada pejabat berbagai negara atau surat kabar seperti New York Times dan Der Spiegel atau pejabat setempat yang sudah “dibeli” baik dengan gratifikasi sex atau uang dengan tujuan merusak kepercayaan kepada pejabat pemerintah dan pemimpin politik barat.

Dokumen Gilchrist adalah bagian dari Operation Palmer yang dicetuskan oleh Jenderal Agayants dari Uni Soviet dan Mayor Louda dari Cekoslovakia menyusul gerakan memboikot film-film Amerika di Indonesia dan kebencian itu dimanfaatkan oleh Departemen D untuk menciptakan propaganda bahwa William Palmer, direktur Association of American Film Importers di Indonesia adalah pemimpin CIA di Indonesia. Untuk melakukan hal tersebut Departemen D mengirim banyak surat kaleng anonim ke surat kabar di Indonesia yang isinya menuding Bill Palmer sebagai agen CIA, dan surat-surat tersebut kemudian menjadi sumber berita di berbagai surat kabar di Indonesia.

Berkat agitasi Departemen D, pada tanggal 1 April 1965 demonstran PKI antara lain Gerwani dan Pemuda Rakyat menyerang villa Palmer di Gunung Mas dan menurut sejarah adalah lokasi penemuan Dokumen Gilchrist. Uni Soviet juga memainkan peranan memanas-manaskan suasana melalui siaran luar negeri Radio Moskow yang isinya menyudutkan Amerika terkait “usaha subversi” di negara-negara asia oleh CIA, dan salah satunya adalah Bill Palmer yang selama belasan tahun melakukan kegiatan subversi di Indonesia, dan lain-lain.

Bukti Carmel Budiardjo pembuat Dokumen Gilchrist sangat mudah yaitu dari sangkalan pihak Inggris yang menyatakan walaupun secara tata bahasa tulisan di Dokumen Gilchrist memang ber-grammar ala Anglo Saxon, tapi mereka bukan pembuatnya. Berdasarkan fakta di atas maka kita menemukan petunjuk tentang siapa pembuat Dokumen Gilchrist:

1. Dia harus bisa grammar Inggris seperti seorang native speaker dan ahli dalam menulis dokumen diplomatik;

2. Dia harus memiliki hubungan dengan intelijen Cekoslovakia yang tinggal di Indonesia yang mana tahun 1965 sangat jarang karena Indonesia lebih dekat ke RRC daripada Uni Soviet; dan

3. Dia harus komunis yang dekat dengan pusat kekuasaan di Indonesia‎
‎
‎Pada periode tahun 1964-1965 hanya ada satu orang di Indonesia yang memenuhi semua syarat di atas yaitu Carmel Budiardjo sebab dia adalah Warga Negara Inggris yang tinggal di Indonesia dan sebelumnya bekerja untuk lembaga intelijen Cekoslovakia dan di Indonesia pekerjaannya adalah menulis pidato kenegaraan untuk Soekarno, dan yang lebih penting lagi dia adalah komunis sekaligus istri dari petinggi PKI yang menyelundupkan senjata untuk persiapan pelaksanaan G30S/PKI. Dokumen Gilchrist menyebabkan kelahiran rumor Dewan Jenderal dan keduanya adalah penyebab Soekarno memukul “para jenderal” terlebih dulu, sehingga bisa disimpulkan Carmel Budiardjo adalah salah satu orang yang mendalangi G30S/PKI.

Ketika ditangkap dan dipenjara Orde Baru, Carmel Budiardjo belum diketahui sebagai dalang G30S/PKI dan oleh karena itu dia dideportasi ke Inggris ketika pemerintah Inggris meminta Indonesia melepaskan Carmel Budiardjo. Sesampainya di Inggris, Carmel mendirikan Tapol UK yang berfungsi sebagai alat propaganda dan agitasi melawan Indonesia dengan isu HAM, demokrasi, “pembantaian 1965″. Ingat, dia adalah tangan kanan Njoto, Ketua Departemen Propaganda dan Agistasi PKI, sehingga melakukan propaganda memang keahlian Carmel Budiardjo.

Tapol UK bersama ISAInya Goenawan Mohamad dan penerbit Hasta Mitra milik kuartet PKI sangat berjasa mengembalikan minat sebagian rakyat Indonesia kepada komunisme menggunakan HAM, demokrasi dan “PKI korban Orde Baru” sebagai pintu masuk, padahal Ladislav Bittman, mantan dinas intelijen Cekoslovakia saja sudah menyatakan G30S adalah G30S/PKI dan bukan G30S/Soeharto atau G30S/USA. Kemudian, Tapol UK melalui kaki tangannya di Indonesia khususnya Kontras dan Amnesty International asal Inggris yang sedang dalam proses masuk Indonesia adalah provokator yang mendorong para eks tahanan politik/tapol PKI yang tergabung dalam YPKP’65 mempersiapkan suatu People’s Tribunal International di Solo (!!!) Tahun 2013 untuk mengangkat kasus 1965 ke International Tribunal Court yang ditargetkan berjalan tahun 2015 melalui Special Reporter Komisi HAM PBB, UNWEG, dan pengadilan People’s International Tribunal Massacre 1965/1966 di Den Hagg pada Oktober 2015 yang mana salah satu tergugatnya adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Saya cukup yakin pasti banyak yang sudah mau berteriak: “PKI tidak bersalah,” “Soeharto dalangnya bekerja sama dengan CIA untuk mengeruk emas Papua dan menyingkirkan Soekarno,” atau “urusan internal angkatan darat,” bla bla bla..dan saya mau katakan bahwa semuanya salah. Banyak yang bisa dibahas mengenai hal ini tapi saya kuatir akan membuat artikel ini melebar kemana-mana, kendati demikian tetap perlu mendapat porsi pembahasan:

1. Saya sudah membaca lebih dari 1.000 dokumen CIA dan Departemen Luar Negeri Amerika yang berstatus declassified dengan kesimpulan tidak ada selembarpun yang mengatakan CIA terlibat prolog G30S/PKI padahal dari dokumen berjenis declassified kita tahu operasi CIA menggulingkan Mossadeq untuk digantikan oleh Shah Iran. CIA memang terlibat, tapi hanya pada epilog melalui pemberian daftar nama anggota PKI kepada Kostrad dan uang kepada KAP Gestapu pimpinan Jusuf Wanandi oleh Pater Beek, agen CIA di Indonesia.

2. “Soeharto adalah dalang,” dalam disertasi John Rossa sebenarnya memplagiat teori “missing link” Profesor W.F. Weirtheim, sosiolog komunis dari Belanda yang masih memiliki mental “bule knows best” dan diterima mentah-mentah oleh orang Indonesia bermental inlander padahal teori tersebut dibuat tanpa sedikitpun pernah datang melakukan penelitian di Indonesia perihal G30S/PKI. Semua ilmuwan yang pernah meneliti ke Indonesia dan diketahui tidak memiliki ideologi politik ke kiri atau ke kanan selain kepentingan akademik seperti Harold Crouch, Herbert Feith, Antonie Dake, Victor M. Fic, dll menyatakan teori Weirtheim tidak benar dan asal buat sebab tidak ada bukti yang memperlihatkan indikasi Soeharto terlibat. Lagipula logikanya bila Soeharto terlibat tentu dia akan diganyang oleh teman-temannya di angkatan darat, tapi AH Nasution justru ada di garis depan membela Soeharto dari tuduhan Weirtheim.

Tanggapan Profesor Salim Said pada seorang murid Weirtheim yang menyampaikan bahwa menurut Weirtheim “Indonesia harus mengikuti cara Mao di RRC supaya tidak tunduk pada Amerika dan Soviet serta bagaimana Orde Baru didirikan Soeharto dengan bantuan CIA,” bisa menggambarkan bagaimana sosok Weirtheim yang sebenarnya:

“Eh, sampaikan kepada Wertheim, dia boleh berteori dan berpendapat apa saja di Amsterdam, tapi saya yang turun-temurun hidup di Indonesia sudah capek miskin. Dari kakek moyang saya di zaman kolonial sampai saya di zaman Soekarno, semua hidup miskin. Kalau untuk terhindar dari kemiskinan negeri saya terpaksa menerima bantuan dari Amerika, itu jauh lebih baik dibanding tetap miskin dengan mengikuti nasihat Profesormu itu.”

(Salim Said, Dari Gestapu ke Reformasi, Penerbit Mizan halaman 178).

3. “Konflik internal angkatan darat” juga ciptaan ilmuwan komunis dengan sifat “bule knows best,” dari Universitas Cornell dalam tulisan yang dikenal sebagai “Cornell Paper” dari Ruth McVey dan Ben Anderson yang memang memiliki kedekatan dengan PKI sehingga mereka selalu membela PKI. Sudah lama teori-teori dalam Cornell Paper dinyatakan tidak berlaku oleh semua akademisi dan sejarahwan dunia, tapi mengapa masih terus dipakai oleh sejarawan Indonesia? Aneh sekali bukan?

Sumber informasi “kematian 500ribu s.d. 3juta komunis” yang sampai sekarang masih terus diulang adalah Ruth McVey yang ketika mengatakan itu di dalam sebuah seminar pemuda komunis di New York belum pernah menginjakan kaki di Indonesia untuk meneliti prolog sampai epilog G30S/PKI, padahal menurut Richard Cabot Howland, agen CIA di Indonesia yang mengikuti perkembangan amuk massa terhadap PKI mencatat komunis yang menjadi korban hanya 105.000 atau jauh di bawah jumlah korban komunis internasional selama komunisme berjaya yang mencapai 250juta jiwa.

https://www.cia.gov/library/center-for-the-study-of-intelligence/kent-csi/vol14no2/html/v14i2a02p_0001.htm

Bukti lain bahwa orang-orang Cornell terpengaruh oleh kedekatan mereka dengan PKI adalah ketika George Kahin, Ben Anderson, Ruth McVey mengirim surat-surat penuh kebencian dan memaki dengan kasar Herb Feith di Australia karena artikel yang seolah membenarkan “pembantaian komunis” di Indonesia atas alasan nesesitas atau kepentingan saat itu sebab apabila komunis tidak dihabisi maka non-komunis yang akan dibantai komunis Indonesia. Bayangkan menyerang secara pribadi hanya karena sebuah pendapat, sudah bisa dibayangkan kualitas Indonesianis dari Universitas Cornell kan?

http://www.aust-neth.net/transmission_proceedings/papers/Purdey.pdf

Nah, sekarang kita kembali ke pokok persoalan yaitu hubungan Allan Neirn dengan Carmel Budiardjo istri anggota CC PKI yang merupakan salah satu penyebab terjadinya G30S/PKI. Saya rasa rakyat Indonesia belum melupakan kekejaman PKI terhadap Indonesia, dan bila lupa maka dengan penuh kerendahan hati saya menyarankan supaya kita bertanya kepada diri sendiri‎: masih belum kapok diadu domba bule selama 350 tahun? Belum kapok diadu domba komunis dan PKI selama puluhan tahun? Belum kapok ditusuk dan dihianati PKI? ‎
‎
Untuk yang mau belajar lebih lanjut, di bawah ini ada beberapa bahan bacaan:‎

1. Salim Said, Dari Gestapu ke Reformasi, Penerbit Mizan.

2. Victor M. Fic, Anatomy of the Jakarta Coup, October 1, 1965, Penerbit Obor.

3. H. Abdul Mun’I'm DZ, Benturan NU-PKI, 1948-1965, Penerbit Langgar Swadaya.

4. Jemma Purdey, Dari Wina ke Yogyakarta, Kisah Hidup Herb Feith, Penerbit KPG.

5. Peristiwa 1 Oktober, Kesaksian Jenderal Besar Dr. AH Nasution, Penerbit Narasi.

6. Anton Tabah, Jenderal Besar Nasution Bicara Tentang G30S/PKI, Penerbit CV Sahabat Klaten.

7. Ladislav Bittman, The Deception Game. Czechoslovac Intelligence in Soviet Political Warfare. Syracure Research Corporation.‎
‎
http://m.kompasiana.com/post/read/712843/1/allan-nairn-dan-dalang-rahasia-g30spki.html

9 Cara Menghitung yang Tidak Pernah Diajarkan Guru di Sekolah!


Matematika sering membuat orang sakit kepala, angka – angka yang mudah ternyata sanggup membuat banyak hasil yang rumit, benar – benar sulit dipercaya. Tapi ketika menyelesaikan permasalahan yang ribet dan tidak sangup menyelesaikannya, lihat cara di bawah ini, pasti kamu akan menjadi pecinta matematika.

   1. Menggunakan jarimu untuk menghitung perkalian 6,7,8,9.
Buka:
Kalau mau menghitung jawaban dari 7x8, bisa menghitung dengan cara ini: 10 – 7 =3, jadi 3 jari di tangan kirimu adalah angka satuan, 2 jari di tangan kananmu juga adalah angka satuan. 2x3=6, jadi jawabannya untuk angka satuan adalah 6, jadi jari di bawah ditambahkan (2+3) adalah 5, jadi angka puluhan adalah 5. Jawabannya adalah 56.
Pict:
   2. Cara menghitung dalam hati dengan mudah
Buka:

3. Kelipatan 9 sangatlah teratur
Buka:

4. Pertambahan dan Perkalian dari Penyebut dan Pembilang
Buka:

5. Bagaimana memecahkan 32x11
Buka:

6. Pi π=3. 1415926, orang di luar negeri akan menghafalnya dengan :」May I Have A Large Container of Coffee」 caranya adalah dengan menghitung jumlah abjad per kata
Buka:

7. Menghitung Persentasi
Buka:

8. Hubungan antara Celcius dan Farenheit
Buka:
Farenheit = Celcius x 1.8 + 32

9. Bagaimana membedakan lebih besar dari dan lebih kecil dari
Buka:

Cara Mengeluarkan Dahak Balita


Punya Balita yang mulai aktif sungguh sesuatu yang sangat diharapkan oleh orang tua manapun. Melihatnya lincah dan tertawa gembira adalah momen-momen yang selalu ditunggu setiap orang tua

Namun, apabila dia mulai terserang penyakit, maka disitulah orang tua akan merasa panik. Apalagi bila si Balita terserang penyakit batuk berdahak dan pilek. Banyak orang tua yang kebingungan mengatasinya. Mengeluarkan dahak pada Balita bukanlah perkara mudah. Balita tentu saja belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri, walaupun kita berusaha mengajarkannya.



Berikut ini ada cara yang mampu mengeluarkan dahak Balita, seperti dilansir dari Sukan Star TV oleh Azura Hishamudin


PIC:

TIPS INI JUGA BERLAKU UNTUK ORANG DEWASA

Cara :
1. Tuang beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam baskom bersih, lalu tuangkan air panas mendidih ke dalam baskom berisi minyak tadi (gambar 1).
Untuk perbandingan antara air panas yang dituangkan dengan minyak kayu putih dapat Anda kira-kira sendiri. Usahakan air panas yang ditambahkan tidak terlalu banyak, sehingga aroma kayu putih dapat keluar.

2. Uapkan wajah anak Anda dalam keadaan tengkurap (gambar 2)
Hal ini bertujuan agar Balita Anda dapat menghirup uap dari minyak kayu putih yang kita tambahkan air panas. 
CATATAN PENTING : JAGA JARAK WAJAH ANAK ANDA DAN TANGAN ANDA, SUPAYA TIDAK TERKENA AIR PANAS

3. Tepuk-Tepuk punggung Sisi Kiri dan Kanan Balita Anda, guna Teknik Cupping(gambar 3)
Jangan tepuk di tengah-tengah punggung Balita Anda. Kenapa kiri dan kanan punggung saja tidak menepuk di tengah punggung? Karena bila kita tepuk kiri dan kanan punggung anak, kita menepuk area paru-paru anak .. dan di tengah punggung itu tulang rusuk syaraf pusat. Tepuk secukupnya jangan terlalu keras.

CATATAN Saat inilah anak Anda akan meronta-ronta minta dilepaskan. Dia akan menjerit atau menangis. Saat seperti ini memang terkadang membuat Anda selaku orang tua tidak tega. Tapi ini cara yang aman alami dan untuk kesehatan buah hati kita.

4. Setelah 5 – 10menit, akan keluar lendir dahak dari hidung si kecil (gambar 4)
Lendir dahak akan keluar sampai berbalon-balon dari hidung Baita Anda. Itulah hasil dahak yang dikeluarkan dari hidung. Setelah itu bersihkan dengan tisu dahak yang keluar tersebut. Kemudian oleskan minyak kayu putih dan bawang putih di tapak kaki serta punggung Balita Anda. Setelah itu pernapasannya pun akan mulai sedikit lega dan tersenyum serta akan nyenyak tertidur

5. Setelah itu bersihkan dengan tisu dahak yang keluar dari hidung. Kemudian oleskan minyak kayu putih, bawang putih di tapak kaki dan punggung anak. Setelah itu pernapasan anak pun akan sedikit lega dan tersenyum. 

6. Beri anak hadiah susu atau makanan kesukaan atas kesediaaanya yang telah membantu ibu mengobatinya tadi.

Catatan tambahan: Sebelum melakukan ini, konsultasikan dahulu kedokter kepercayaan anda. Pastikan apakah flu dan batuk anak itu berdahak atau tidak.

Demikian Cara Alami yang Mampu Mengeluarkan Dahak Balita Anda. Selamat mencoba ...